Telaga Remis, Pesona Alam yang Berbalut Legenda di Kuningan

Telaga Remis, Pesona Alam yang Berbalut Legenda di Kuningan
Alamat: Kaduela, Kec. Pasawahan, Kab. Kuningan, Jawa Barat.
Biaya Tiket Wisata: Mulai Rp 10.000
Google Maps: Cek Lokasi

Sebagai warga Indonesia, tentu saja kenal dengan legenda dan dogma yang berkembang dalam suatu daerah tertentu. Perihal ini pula yang membuat beberapa tempat jadi lebih unik karena hadirnya. Begitu halnya Telaga Remis, di mana dibalik keelokannya simpan legenda dan dogma yang berkembang. Untuk ketahui legenda atau dogma dibalik keelokannya, yok baca pembahasan di bawah ini.

Pesona yang Ada di Telaga Remis di Kuningan

Pesona Telaga Remis Kuningan
Photo Credit: Rivan Suhendar

Demikian Anda memijakkan kaki di Telaga ini, Anda akan rasakan situasi yang asri dan tenang. Yang membuat tempat ini demikian cantik karena mempunyai pohon-pohonan pinus hingga makin menambah udaranya mempersejuk. Tumbuh dengan liar, membuat pohon pinus yang ada mempunyai tinggi dan wujud yang alami. Kawasannya termasuk luas, yaitu keseluruhnya lahannya capai 13 ha dan 3,25 ha nya sebagai danau.

Telaga Remis ada di wilayah Dea Kaduela, Kec. Mandirancan, Kuningan, Jawa Barat. Tempat ini benar-benar pas untuk Anda yang ingin menentramkan pemikiran dengan udara sejuk yang jelas dapat menghempas capek anda. Jaraknya tidak begitu jauh, Anda perlu tempuh sekitaran 1 jam perjalanan dari pusat perkotaan Kuningan. Selainnya nikmati ketenangan dan keelokan panorama Anda bisa juga mencoba sarana yang ada.

Seperti sepeda air yang nanti dapat membuat Anda dapat mengelilingi telaga yang mempunyai air jernih ini. Anda yang suka memancing bisa juga coba peruntungan. Ada beberapa spesies ikan yang ada dan dapat Anda membawa pulang. Sarana yang disiapkan termasuk komplet. Dimulai dari toilet sampai warung makan yang jual makanan ciri khas Jawa Barat. Aktivitas yang dapat dilaksanakan berbagai macam dimulai dari treking, camping sampai berswafoto.

Mengetahui  Legenda dan Dogma Telaga Remis

Pesona Lain Telaga Remis Kuningan
Photo Credit: Telaga Remis Pasawahan Kuningan

Tidak komplet rasa-rasanya bila mengulas keelokan Telaga Remis tanpa mengulas narasi yang berkembang. Ingat telaga elok ini erat hubungannya dengan riwayat Kesultanan Cirebon. Saat sebelum ke arah narasi itu, nama Telaga Remis diambil dari Remis yang disebut hewan yang mempunyai komunitas disekitaran telaga.Hewan ini semacam dengan kerang air tawar yang sampai sekarang dapat dijumpai di wilayah telaga. Dan mendikan telaga ini dinamakan Telaga Remis.

Yang terpopuler untuk menyangkutkan asal mula telaga ini ialah dari cerita pangeran Keraton Cirebon dan air matanya. Menurut legenda itu, telaga ini tercipta dari air mata Pangeran Keraton Cirebon yang dikenali dengan Pengeran Selingsingan. Karena menangis tidak stop pada akhirnya air matanya beralih menjadi danau. Narasi ini diawali saat pimpinan Keraton Cirebon mengutus Pangeran untuk pimpin penampikan upeti dari kerajaan Mataram

Saat dalam perjalanan,tau-tau Pangeran Selingsing dan pasukannya terserang oleh pasukan Mataram. Yang pada waktu itu diperintah oleh Pangeran Purabaya. Karena serangan itu pada akhirnya ke-2 iris tim lakukan peperangan di Kaki Gunung Slamet. Pengeran Selingsing yang tidak dapat menyaingi pasukan dari Mataram mengirimi pesan ke Sultan Bekasgaji. Dari surat itu mengirimi Elang Sutajaya untuk menolong pangeran.

Elang Sutaya sebagai menantu dari Sultan Bekasgaji yang mempunyai kesaktian. Pangeran Selingsingan dan Elang Sutajaya pada akhirnya kembali berperang dengan Pengeran Purabaya. Pangeran Purabaya yang tidak dapat menyaingi minta ampunan pada Elang Sutajaya. Pangeran Purabaya menjelaskan bila dia hanya seorang muslim biasa. Tetapi Elang Sutaya tidak mempedulikan karena menurut dia muslim yang bagus tidak lakukan kekerasan.

Dari saran yang diberi oleh Elang Sutajaya ke Pangeran Purabaya itu membuat Pangeran Selingsing menangis. Dia menangis tidak stop apa lagi saat Elang Sutajaya melihatinya. Sampai akhirnya air matanya beralih menjadi danau. Sementara Pangeran Purabaya beralih menjadi kura kura. Sampai sekarang narasi ini dipercayai secara turun-temurun dan tersebar sampai sekarang ini.

Kegiatan Telaga Remis Kuningan
Photo Credit: Rafael Jeremia Jonathans

Beberapa narasi yang tersebar mempunyai jalan cerita yang lain tetapi dengan figur yang serupa. Ada yang yakin bila peperangan yang terjadi tidak ada selesainya membuat pangeran Selingsingan menangis tidak stop. Ada warga yang yakin bila Telaga ini sebagai tersisa embun di Cerita Prabu Siliwangi. Karena memandang bila nama Remis dari kata Reumis yang dengan bahasa Sunda memiliki arti tetes embun.

Ada legenda yang lain menjelaskan bila Telaga ini terkait dengan riwayat Sultan Giri Laya, yang disebut sultan berkuasa di Cirebon. Si Sultan mempunyai puteri elok yang namanya Ratna Pandang Kuning yang disebut penerus tahta. Si putri yang elok membuat sebagian orang tiba untuk menyuntingnya, tetapi seringkali ditampiknya. Si sultan sendiri ingin si puteri menikah dengan Elang Drajat.

Tetapi narasi satu ini diteruskan dengan narasi yang awalnya. Di mana Elang menolong pangeran Cirebon untuk berperang. Elang jugalah yang pada akhirnya menikah dengan si putri karena Elang orang yang sakti mandraguna. Bagaimana juga legenda yang berkembang sampai sekarang ini tetap menambahkan nilai satu tempat. Membuat Indonesia makin kaya kehadiran beberapa cerita seperti ini.

Tidak cuma legenda yang dipercayai sampai sekarang, ada pula dogma mitos yang tercipta dan terkait dengan Telaga yang cantik. Satu diantaranya yang terpopuler ialah larangan untuk menjalin cinta saat berkunjung Telaga ini. Menurut dogma bila menyalahinya karena itu hubungan ceritanya dapat putus sesudah mereka berkunjung Telaga ini. Ini karena Telaga Remis sebagai lambang dari kerendahhatian pangeran muslim.

Karena itu dipandang pantang bila mencemari kerendahatiannya dengan dipakai untuk kekasihan. Dan air mata sendiri dapat menjadi lambang yang yakini bakal menjadi imbas siapa saja yang menyalahinya. Dogma ini masih ada pula yang yakin sampai sekarang ini. Tetapi untuk keelokan dari telaga remis ini bukan dogma semata. Keelokannya demikian riil sampai mengundang perhatian beberapa orang untuk menghampirinya.

Selainnya dogma masalah larangan menjalin cinta, banyak pula yang menyangkutkan dengan pesugihan. Pesugihan yang dipercayai pada tempat ini ialah pesugihan putih yang nanti tidak makan tumbal. Perlu untuk mengikuti rangkaian beberapa hal yang perlu dilaksanakan. Tetapi harus diingat bila pesugihan pesugihan apa saja memiliki bentuk tentu saja bukan hal yang bagus. Alangkah baiknya kalau berusaha keras untuk memperoleh apa saja yang diharapkan.

Biaya Ticket Wisata Telaga Remis Kuningan

Tiket Telaga Remis Kuningan
Photo Credit: Jaya Jaya

Dari sisi legenda dan dogma yang berkembang, tempat satu ini dijadikan tempat rekreasi. Untuk Anda yang ingin mendatanginya, Anda tidak perlu mengambil kantong yang dalam. Anda perlu bayar ticket sekitaran Rp. 10.000 untuk nikmati keelokannya. Selainnya bayar ticket masuk Anda pun perlu untuk bayar ongkos parkir untuk kendaraan anda. Rekreasi satu ini masih masuk barisan rekreasi yang dapat dijangkau.

Tiap tempat di Indonesia memang umumnya mempunyai legenda dan dogma yang tersebar. Begitu halnya Telaga Remis Kuningan, Jawa Barat ini. Lepas dari dogma atau legendanya, telaga ini masih tetap menarik dan mempunyai keelokan yang perlu Anda kunjungi. Khususnya untuk Anda yang memerlukan ketenangan dan panorama yang ditanggung akan membuat indera Anda termanjakan.

1 thought on “Telaga Remis, Pesona Alam yang Berbalut Legenda di Kuningan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.