Rumah Bubungan Tinggi, Mengintip Pesona Rumah Tradisionil Suku Banjar

Rumah Bubungan Tinggi, Mengintip Pesona Rumah Tradisionil Suku Banjar
Alamat: Bar, Sungai Batang, Kec. Martapura Barat, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan.
Biaya Tiket Wisata: Gratis
Google Maps: Cek Lokasi

Peninggalan budaya yang dipunyai oleh Indonesia memang demikian kaya. Semua tidak lepas dari peran masing-masing suku yang memberi coraknya. Begitu halnya suku Banjar yang menunjukkan kebudayaannya lewat rumah adatnya. Rumah tradisi Bubungan Tinggi sebagai rumah tradisi yang paling dikenali antara jumlahnya rumah tradisionil dari suku banjar. Untuk ketahui rumah bubungan tinggi lebih dalam, yok baca pembahasan di bawah ini.

Mengenal Rumah Bubungan Tinggi Ciri khas Suku Banjar

Mengenal Rumah Bubungan Tinggi
Photo Credit: Muhammad Ikhwan

Rumah tradisi bumbungan tinggi sebagai salah satunya dari demikian beberapa rumah tradisi yang dipunyai oleh suku Banjar. Dari jumlahnya rumah tempat tinggalnya yang unik suku Banjar, Bumbungan Tinggi ini sebagai yang terpopuler. Diberi nama sebagai bumbungan tinggi karena mempunyai sisi atap pelana yang tinggi dan berwujud lancip. Wujud segitiga yang lancip ke atas ini mempunyai pojok sekitaran 45 derajat.

Awalannya rumah tradisi ini cuma dibuat dengan konstruksi yang berwujud segi-empat yang memanjang ke sisi depan. Sampai pada akhirnya berkembang sampai ada bangunan di bagian kiri dan kanan sedikit ke belakang yang disumbi. Di mana ruang tambahan ini mempunyai ukuran yang serupa di antara kanan dan kirinya. Bangunan tambahan ini dengan bahasa Banjar diberi nama dengan Pisang Sasikat dan dibikin menganjur keluar.

Sementara untuk bangunan tambahan yang ada kanan dan kiri diberi nama dengan anjung. Berikut yang jadikan rumah tradisi suku Banjar ini dinamakan rumah Baanjung. Ada satu rumah ciri khas Suku Banjar yang bersisihan letakknya dan serupa secara bangunan disebutkan dengan rumah Gajah Baliku. Tetapi walau disebut serupa tetapi ke-2 ruang ini mempunyai ketidaksamaan dan kekhasan masing-masing.

Di periode kerajaan Banjar, rumah Bubungan ini cuma ditujukan untuk bangsawan atau raja yang memegang saat periode kesultanan itu. Tetapi beberapa pedagang kaya bisa juga membuat rumah ini sesudah kerajaan Banjar jatuh pada tahun 1860. Rumah Bubungan Tinggi ini diprediksi berdiri di tahun 1867 M. Di mana rumah ini dibuat oleh saudagar kaya di periodenya namanya H. Muhammada Bijak.

Di saat periode persaingan perebutan kemerdakaan, rumah ini dijaikan sebagai basis dan tempat latihan untuk beberapa pejuang kemerdekaan. Sesudah periode kemerdekaan iini usai, rumah Bubungan Tinggi mulai ditinggal oleh beberapa penghuninya. Hingga dapat disebutkan bila rumah ini sebagai saksi dapat perjuangan bangsa Indonesia merampas kemerdakaan. Sampai sekarang rumah Bubungan Tinggi ini dapat anda jumpai dalam suatu dusun di Kalimantan Selatan.

Pesona Rumah Bubungan Tinggi Ciri khas Suku Banjar

Pesona Rumah Bubungan Tinggi
Photo Credit: Muhammad Ikhwan

Rumah tradisi ini mempunyai panjang sekitaran 35,49 m dan lebarnya 14 m. Bangunan ini dipisah jadi sisi bila secara morfologi. Tiga sisi itu ialah sisi kaki, sisi atap dan sisi tubuhnya. Sisi kaki ialah sisi yang berbentuk tiang tiang khusus yang nanti menyangga bangunan. Ada tiang khusus dan tiang penyangga supaya bisa menyokong rumah untuk berdiri kuat. Dan di rumah tradisi ini dipisah jadi beberapa ruang.

Pada umumnya pembagian ruangnya digolongkan jadi 4 sisi yaitu barisan ruangan pekarangan, ruangan tamu, ruangan tinggal dan ruangan servis. Masing-masing ruangan ini tentu saja mempunyai peranan sendiri sendiri. Di di dalam ruangan pekarangan ada 3 ruang yang terbagi dalam surambi muka, surambi sambutan dan lapangan pemedangan atau pekarangan dalam. Surambi sebagai penyebutan untuk pekarangan yang ada di rumah.

Untuk kamar tamunya sendiri dipisah ke ruang untuk khalayak dan untuk semi khalayak. Di mana dalam ruang tamu ini dipisah ke pembagian ruangan dimulai dari ruangan di antara atau pacira, panampik kecil atau ruangan tamu, panampik tengah atau ruangan tamu tengah dan panampik besar atau ruangan tamu khusus. Panampik kecil sebagai ruang kecil yang letaknnya di dekat pintu masuk dengan lantai yang semakin tinggi dari lantai teras.

Di mana lantai pada panampik kecil ini disebutkan denga Watun Ikatan. Untuk Panimpik tengah sebagai ruangan yang letaknnya ada di belakang panampik kecil serta lebih luas. Lantai yang dipakai lebih luas dan lebar dibanding dengan panampik kecil yang disebutkan Watun Jajakan. Ruangan seterusnya sebagai barisan ruangan tinggal sebagai tempat private. Di mana kamar kamarnya dipisah jadi 3 ruang untuk ruang tidurnya.

Sementara yang setelah itu ruangan servis yang dipisah jadi empat. Ada kamar makan, dapur, ruan penyimpanan dan pekarangan belakang. Pada ruang ini akan dipisah dengan dinding yang dibuat dari kayu yang disebutkan dengan Tawing. Tawing ini sendiri dipisah jadi beberapa dinding yaitu dinding muka, dinding pemisah dapur dan dinding pemisah dalam.

Arsitektur Rumah Tradisi Bubungan Tinggi

Arsitektur Rumah Tradisi Bubungan Tinggi
Photo Credit: Daily Mr. Opiq

Selainnya mempunyai pembagian ruangan yang unik, ornament untuk mempercantik rumah ini juga menarik. Ornament yang berbentuk ukir-pahatan ini didatangkan di bagian tertentu seperti tangga, tataban, pilis dan tiang. Untuk pengambaran ornament ini bermotif flora dan fauna dan pola geometris. Flora yang diambil dalam ornamentnya ialah bunga melati yang lumayan banyak diketemukan.

Ambil pola melati ini tentu saja bukan tanpa arti, arti melati ini mengambarkan agama Islam pada waktu itu. Walau kecil tetapi melati memberi keharuman yang menyodok ke sekelilingnya. Melatinya dibuat dengan sama-sama terkait yang melambangkan supaya tiap orang masih tetap hidup rukun walau ada ketidaksamaan. Bunga melatinya diperlihatkan selengkapnya baik bunga atau batangnya.

Selainnya melati ada pola fauna di rumah tradisionil satu ini yang umumnya ditempatkan pada bagian atas bangunan. Pola binatang yang diketemukan ialah burung enggang dan naga yang dibuat dengan distilir pola floral. Sementara untuk pola geometris diambil dari wujud bentauk yang dasar seperti lingkaran, segita dan segi-empat. Ada pula rumah bubungan yang dilukiskan dengan ornament berbentuk kaligrafi.

Cerita Unik & Filosofi Rumah Bubungan Tinggi

Cerita Rumah Tradisi Bubungan Tinggi
Photo Credit: Abu Najib

Pembuatan rumah ini bukan hanya untuk ditempati saja, tetapi menyimbolkan arti tertentu dan juga sebagai destinasi wisata. Pada rumah tradisionilini mengambarkan mikrokosmos dan makrokosmos yang besar sekali. Seolah-olah penghuninya tinggal di dunia tengah, karena rumah tradisi ini modenya rumah pentas sebagai dunia bawah. Dan atap bumbungannya dimisalkan jadi dunia atas yang bersatu dengan dunia bawah.

Denah rumah ini bisa juga disebutkan sebagai Cacak Burung walau di atas kelihatan pertanda plus. Tetapi bila disaksikan dari arah depan ke belakang dan dari arah kanan arah ke kiri maka kelihatan. Denah ini dipandang keramat ingat tiap ruang di membagi-bagi dan dimisalkan sebagai pembatas tiap kutub. Dengan denah ini, jadikan rumah Banjar ini mempunyai ruang khusus yang disebutkan dengan Ruangan Palidangan.

Kekhasan dari rumah kebanggaan suku Banjar ini dapat disaksikan dari beberapa hal. Dimulai dari bangunan fisiknya, pembagian ruangan sampai ornamentnya. Jadikan rumah tradisi ini mempunyai nilai seni yang tinggi dan penuh arti. Memperlihatkan bagaimana warga suku Banjar benar-benar menjujung tinggi keelokan dan budayanya. Sekarang selainnya jadi peninggalan budaya, rumah tradisi ini bisa juga didatangi untuk wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.