Rumah Betang, Mengintip Pesona Rumah Adat & Tradisi Suku Dayak

Rumah Betang, Mengintip Pesona Rumah Adat & Tradisi Suku Dayak
Alamat: Sei Pasah, Kec. Kapuas Hilir, Kab. Kapuas, Kalimantan Tengah.
Biaya Tiket Wisata: Gratis
Google Maps: Cek Lokasi

Suku Dayak sebagai suku asli yang menempati pulau Kalimantan. Jadi suku yang mempunyai budaya unik dan ada banyak yang tinggal di pedalaman sampai sekarang. Walau demikian cukup banyak warga suku Dayak yang berhubungan dengan khalayak luas.

Suku Dayak mempunyai jiwa yang nyaris serupa dengan kerja-sama yang paling kuat. Hal ini tergambar pada bangunan tempat tinggal adatnya yang disebutkan dengan Rumah Betang.

Mengenal Rumah Betang, Rumah Tradisionil Suku Dayak

Mengenal Rumah Betang
Photo Credit: Muhammad Hendra Firmadi

Rumah Betang sebagai rumah tradisi suku Dayak yang mempunyai bangunan yang unik. Bangunannya mengangkat rumah pentas yang panjang misalnya dengan namanya. Rumah pentas ini dibuat dengan ketinggian 3 mtr. sampai 5 mtr. di atas permukaan tanah bukan tanpa arah. Ingat mereka banyak yang berada didalam rimba karena itu pemakaian rumah pentas dirasakan terbaik untuk dapat membuat perlindungan dari beragam hal.

Dimulai dari banjir, karena umumnya rumah ini akan dibuat di pinggir sungai. Selanjutnya untuk menghindar teror binatang buas sampai lawan yang tau-tau serang. Yang membuat rumah Betang ini makin unik ialah memiliki bentuk yang memanjang. Bahkan juga panjangnya dapat capai 150 mtr. bahkan juga lebih dengan tinggi sekitaran 30 mtr.. Ini karena pada sebuah rumah nanti akan ditempati oleh lebih satu keluarga.

Makin bertambah yang menempati maka semakin besar rumah yang hendak dibangun. Dengan tinggal pada sebuah rumah, karena itu keluarga yang terbagi dalam beberapa keluarga ini bisa berbicara secara mudah. Disamping itu mereka bisa juga sama-sama membuat perlindungan dan menolong keluarga yang lain. Hal ini sesuai watak dari warga suku Dayak yang memiara kebersama-samaan dengan tinggi sekali dan keramahan.

Rumah Betang ini bukan hanya dipakai sebagai rumah, tetapi mempunyai nilai tradisi yang tinggi sekali. Anda dapat mendapati rumah betang ini bukan hanya di Kalimantan Barat, di Kalimantan tengah bisa juga secara mudah mendapati rumah tradisi ini. Di rumah tradisi ini, sanggup untuk memuat sampai 150 jiwa. Hingga pada sebuah rumah bus dapat ditempati oleh 5 sampai 30 kepala keluarga bahkan juga lebih dari itu.

Pesona Rumah Rentang Rumah Tradisionil Suku Dayak

Pesona Rumah Betang
Photo Credit: Muhammad Hendra Firmadi

Selainnya dari ukuran, rumah rentang ini dapat disaksikan beberapa cirinya dari tiang tiang tinggi yang yang capai 3 sampai 5 mtr.. Rumah betang bisa juga disebutkan sebagai rumah suku karena di rumah tradisi ini bukan hanya ditempati oleh keluarga besar. Tapi di rumah ditempati dan dipegang oleh Pambakas Lewu. Tidak banyak memiliki penyekat membuat rumah ini serupa dengan aula dengan beberapa ruang.

Di bagian dinding yang dibuat dari kayu mempunyai arsitektur jengki yang memakai atap pelana yang memanjang. Yang membuat makin unik ialah rumah Betang ini akan dibuat menghada ke timur untuk di arah Hilir. Sementara yang ada di Hulu akan dibuat menghadap ke Barat. Ini dipastikan sebagai persyaratan yang perlu disanggupi untuk suku Dayak sub tertentu. Di mana rumah akan ke arah ke matahari.

Baik matahari yang keluar atau yang terbenam sebagai lambang dari usaha keras dalam bertahan hidup. Rumah Betang yang memiliki bentuk memanjang ini akan mempunyai tangga yang dipakai untuk ke arah pintu masuk. Ada pula rumah yang tidak mempunyai penyambung atau tangga karena itu diberi nama dengan hejot. Dapat disebutkan bila Betang banyak diketemukan di tepian sungai yang besar yang menyebar di sejumlah wilayah Kalimantan.

Yang makin menambah bangunan ini gampang untuk dikenal ialah material dasarnya yang memakai kayu ulin. Kayu ulin atau yang disebutkan dengan kayu besi ini telah populer sebagai kayu yang tidak lapuk dan dikonsumsi rayap. Bahkan juga bila dibuat di wilayah yang kerap terserang air karena itu kayunya akan makin kuat sampai seperti besi. Hingga lumrah bila sampai sekarang dapat mendapati rumah Betang masih kuat berdiri.

Ruang Rumah Betang yang Unik & Khas

Ruang Rumah Betang
Photo Credit: Muhammad Hendra Firmadi

Walau memiliki bentuk besar sekali dan memanjang, tetapi di rumah tradisionil ini mengenali pembagian ruang. Ingat rumah betang dipakai sebagai pusat semua aktivitas warga. Karena itu perlu sekali dipisah jadi ruang yang mempunyai peranan masing-masing. Seperti ada ruangan yang disebutkan dengan Sado, selain tempat wisata ini digunakan untuk tempat musyarawarah, menganyam sampai tumbuk padi dilaksanakan di sini.

Padong atau yang disebutkan ruangan keluarga ini dipakai untuk bergabung atau terima tamu. Karena di rumah ini lebih banyak keluarga yang tinggal didalamnya. Hingga diperlukan ruang khusus terpisah untuk lakukan aktivitas bergabung yang luas. Karena sisi ruangan tengah pada Betang akan ditempati oleh ketua atau tetua adatnya. Ini tentu saja jadikan ruang itu tidak asal-asalan dimasuki orang.

Bedeng dan Dapur ini dipakai sebagai tempat beristirahat. Bedeng bedeng ini dipisah dengan memakai kelambu. Baik pada bedeng suami istri atau bedeng anak anak. Beberapa ada juga yang pisahkan di antara bedeng wanita dan lelaki. Pada tempat belakang ada ruang yang dipakai sebagai dapur. Di mana dipakai untuk simpan bahan makanan sekalian memprosesnya untuk setiap hari dan dilaksanakan secara bersama sama.

Di bagian belakang Betang ada balai yang dikenali dengan Tukau. Tukau ini digunakan sebagai gudang untuk simpan beragam perlengkapan. Dan untuk ruang yang dipakai untuk simpan senjata diberi nama Bawong. Ada di belakang atau di muka ada Sandung. Sandung ini dipakai untuk simpan tulang tulang dari keluarga yang sudah wafat dan telah lewat proses upacara kematian yang diberi nama tiwah.

Arsitektur dan Hiasan yang Ada di Rumah Betang

Arsitektur Rumah Betang
Photo Credit: Daria Juwita

Untuk memperlihatkan identitas sebagai rumah tradisi, rumah Betang ini dihias dengan ornament atau hiasan. Ini kelihatan pada ruang paling depan di mana ada sapundu. Saundu ialah totem atau patung yang memiliki bentuk manusia dengan ukir-pahatan ukir-pahatan ciri khas dari suku Dayak. Totem ini ditempatkan dengan peranan untuk mengikat binatang saat diselenggarakan upacara tradisi. Seringkali ada patahu yang dipakai sebagai rumah penyembahan.

Umumnya pada rumah Betang ada patung yang dinamakan Rancak dan terletak dekat sama pintu. Patung ini sebagai patyung sebagai persembahan untuk nenek moyak suku Dayak. Bahkan juga untuk menempatkannya di muka pintu harus lewat acara tradisi lebih dulu. Sementara untuk ornament dapat diketemukan ukir-pahatan ciri khas yang ada di dinding dan tiang tiang yang menggambarkan falsafah hidup dari suku Dayak.

Untuk suku Dayak, rumah Betang tidak cuma untuk tempat tinggal dan bermakna tertentu tapi juga sebagai tempat wisata. Karena di rumah berikut semua proses kehidupan mereka jalan. Walau rumah ini bukan rumah yang eksklusif, tetapi kental akan arti dan filosofi. Karena itu, ada rumah tradisi ini harus dijaga kehadirannya sebagai peninggalan budaya. Janganlah sampai lenyap dan terkikis oleh jaman yang makin kekinian.

1 thought on “Rumah Betang, Mengintip Pesona Rumah Adat & Tradisi Suku Dayak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.