Keraton Kanoman, Bangunan Bersejarah Kesultanan Cirebon

Keraton Kanoman, Bangunan Bersejarah Kesultanan Cirebon
Alamat: Jl. Kanoman No.40, Lemahwungkuk, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Biaya Tiket Wisata: Mulai Rp 15.000
Google Maps: Cek Lokasi

Saat sebelum Indonesia sampai di satu pemerintah, Indonesia mempunyai pemerintah kerajaan dan kesultanan. Periode itu tentu saja tinggalkan beberapa hal yang memikat buat di susuri. Salah satunya kota yang sama dengan periode itu ialah Cirebon. Mempunyai keraton sebagai icon-nyasimbolnya, rasanya tidak komplet bila tidak singgah ke Keraton Kanoman di kota Cirebon. Untuk tahu bagaimana serunya dan daya magnetnya baca pembahasan ini.

Mengenal Keraton Kanoman Cirebon

Pesona Keraton Kanoman Cirebon
Photo Credit: mata_kamera85

Keraton Cirebon memang terdiri jadi dua yaitu keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Untuk riwayat singkat dari keraton Kanoman sendiri diawali pada periode pemerintahan Sultan ke VI yang mempunyai panembahan Ratu II mempunyai perselisihan dengan kerajaan Mataram. Di saat itu Mataram pro dengan VOC dan curigai Cirebon bekerja bersama dengan Banten untuk lakukan pemberontakkan.

Yang pada akhirnya membuat Pangeran Karim diundang oleh Sultan Amangkurat, yang selanjutnya meredam Panembahan Girilaya dan tidak diizinkan kembali lagi ke Cirebon. Panembahan Girilaya ditahan sampai meninggal dan disemayamkan di Bukit Wonogiri. Sampai membuat lokasi pembaringan Pangeran Karim dikenali dengan Panembahan Girilaya. Karena rasa sedikih dan penuh penyesalan ke-3 putranya meneruskan kepimpinan dengan kembali lagi ke Cirebon.

Semua putranya berasa pantas untuk gantikan kepimpinan si Ayah. Sultan Banten yang telah dipandang sekutu pada akhirnya membagikan Kesultanan Pakungwati 3 sisi. Tiap putra akan memperoleh masing-masing sisi keraton. Di mana Kasepuhan digenggam oleh Pangeran Martawijaya, Kanoman digenggam Pangeran Kertawijaya dan Kacirebon di bawah kekuasaan Pangeran Wangsakerta.

Bangunan Menarik yang Ada di Keraton Kanoman

Pesona Keraton Kanoman Cirebon
Photo Credit: mata_kamera85

Keraton Kanoman mempunyai bangunan yang menghadap ke sisi utara dengan sisi luar yang mempunyai arsitek Hindu. Sisi depan ini disebutkan dengan Balai Maguntur yang perannya sebagai Sultan untuk menyampaikan pidato atau mendatangi sebuah upacara. Pokoknya bangunan ini digunakan untuk tempat posisi pada periode itu. Di kompleks keraton Kanoman ada bangunan Siti Hingil.

Di muka Keraton langsung bertemu dengan alun alun yang dipakai untuk tempat berkumpulnya masyarakat atau tamu. Dalam keraton Kanoman anda akan menyaksikan warisan Sunan Gunung Jati. Warisannya berbentuk kereta yang ada dalam meseum. Tidak itu saja di keraton Kanoman ada juga bangsal atau yang dapat disebutkan dengan Pendopo Jinem untuk terima tamu dan acara acara yang lain.

Biaya Ticket Wisata Keraton Kanoman

Susunan Bangunan Keraton Kanoman Cirebon
Photo Credit: sayyida dzun hafeezy

Keraton Kanoman ada di Jl. Winaon, Daerah Kanoman, Kel. Kurang kuatwungkuk, Kec, Kurang kuatwungkuk, Cirebon. Lokasi keraton ini ada pas ada di belakang pasar dan tidak jauh dari Stasiun Kejaksaan Cirebon. Hingga buat anda yang ada di luar kota langsung bisa lakukan perjalanan dari stasiun itu. Akses kendaraan termasuk gampang buat anda mencapai keraton Kanoman di kota Cirebon ini.

Karena tidak begitu menonjol seperti Keraton Kasepuhan, ada baiknya kalau anda memakai jasa masyarakat lokal untuk mendapatinya. Ingat anda harus masuk paar lebih dulu selanjutnya melalui lapangan baru dapat sampai di Keraton Kanoman. Keraton Kanoman mempunyai gerbang yang berhias pirik keramik dan ada juga beberapa kandang mini untuk tempat memiaran binatang piaraan.

Anda dapat berkunjung keraton ini pada jam 09.00 pagi sampai jam 17.00 sore. Anda akan dikenai ticket masuk yang termasuk dapat dijangkau. Ticket keraton cuma dibanderol dimulai dari Rp. 7 ribu saja. Tetapi harga ini bisa juga naik setiap saat bergantung dari pengurus. Dibanding dengan keraton Kasepuhan, harga itu memang termasuk lebih dapat dijangkau. Ingat pengurus betul-betul jadikan kasepuhan sebagai tempat wisata.

Pesona yang Dimiliki Keraton Kanoman Cirebon

Pesona Lain Keraton Kanoman Cirebon
Photo Credit: Putra Nusantara

Perjalanan anda telusuri riwayat Cirebon akan makin komplet bila berkunjung keraton ini. Ada banyak koleksi benda monumental yang membuat anda terpesona. Seperinya kereta yang tetap terlindungi dan terurus sampai sekarang. Kereta yang namanya Paksi Naga Liman dan Jempana yang disebut warisan Sunan Gunung Jati ini masih terlihat kuat dan gagah. Yang membuat kereta unik ialah memiliki bentuk yang serupa dengan burok.

Kereta Paksi Naga Liman sebagai kereta yng dengan bahan kayu sawo dan dibikin Pangeran Losari pada tahun 1428 M. Kereta ini sebagai kereta kebesaran yang memiliki bentuk kombinasi dari burung, naga dan gajah yang bawa senjata wujud trisula. Kombinasi wujud ini bukan tanpa makna,ke-3 hewan pada kereta ini melambangkan kemampuan dari laut, darat dan udara dan melambangkan sebuah kesatuan daerah.

Sementara untuk kereta Jempana ini mempunyai ukir-pahatan pola batik Cirebon. Di mana kereta ini sebagai kereta kebesaran yang digunkan oleh permaisuri yang dengan bahan kayu sawo. Kereta ini dibikin berdasar araha dari Pangeran Losari di tahun 1428M.Sampai sekarang anda dapat melihat sendiri bagaimana kereta ini tetap berdiri kuat. Ke-2 kereta berada di Gedung Pusaka yang simpan share pusaka dari kesultanan Kanoman.

Di bagian lain keraton, anda bisa juga mendapati singgasana Sri Sultan yang dibikin dari gading dan mempunyai umur lebih 700 tahun. Singgasana ini dipakai saat awalnya pemerintah kesultanan Cirebon sampai periode Sri Sultan Kanoman yang ke 8. Di bangunan Siti Hinggil anda akan mendapati piring piring porselen dari China. Bila dilihat memang nyaris disemua situs prasejarah diperlengkapi dengan porselen ini.

Bila di Kasepuhan ada sumur Agung, karena itu di Kanoman anda akan mendapati 7 biji sumur. Di mana sumur ini yang 2 ada dalam keraton dan cuma dapat disaksikan di saat tertentu. Sumur yang ada ini memilikikeutamanan dan peranan masing-masing. Untuk menjumpai sumur ini ada di Kebon Jimat dan dapat disebutkan sebagai lokasi yang privacy untuk keluarga Keraton Kanoman.

Lokasi Keraton Kanoman Cirebon
Photo Credit: Tri Junaedi Sabri

Tetapi ada salah satunya sumur yang dapat didatangi oleh pengunjung yaitu sumur Panganten. Sumur ini ialah warisan zaman Wali Songo yang dipercayai memudahkan jodoh untuk golongan wanita. Triknya tentu saja dengan mandi di sumur ini atau ambil airnya. Tidak cuma sumur, Keraton Kanoman rekat dengan Sunan Gunung Jati yang sampai sekarang ini tetap terbangun dan terus dilestarikan. Misalnya ziarah yang dibungkus dalam Grebeg Syawalan.

Pada halaman belakang keraton, anda dapat menjumpai patung jenis yang dipakai sebagai simbol dari Prabu Siliwangi. Kompleks dari Keraton Kanoman yang luas ini tentu saja beberapa ada yang dapat ditelusuri ada yang tidak. Tetapi dapat disebutkan bila bangunan atau tempat lokasi yang berada di keraton ini benar-benar cocok untuk jadi spot photo. Khususnya buat anda yang paling suka dengan benda warisan dan riwayat.

Berkunjung tempat lokasi yang bau riwayat tidak cuma dapat ajak kita untuk memperoleh tambahan pengetahuan. Tetapi telusuri tapak jejak warisan riwayat yang hendak bawa kita pada periode lalu. Ingat peradapan zaman dahulu selalu sarat dengan lambang dan arti yang bagus sekali untuk didalami. Berkunjung Keraton yang berada di Cirebon akan membuat anda dapat menelusuri tapak jejak riwayat di periode lalu dengan demikian senang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.