Istana Maimun, Mengena Sejarah Istana Megah Kesultanan Deli

Istana Maimun, Mengena Sejarah Istana Megah Kesultanan Deli
Alamat: Jl. Brigjend Katamso, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara.
Biaya Tiket Wisata: Mulai Rp 10.000
Google Maps: Cek Lokasi

Medan simpan beragam tujuan Wisata  riwayat yang memikat dieksplor. Istana Maimun satu diantaranya, istana istimewa warisan Kesultanan Deli yang design oleh arsitek Belanda, Theodoor van Erp.

Ada banyak kota besar di Indonesia yang mempunyai beragam tujuan Wisata  dengan nilai budaya dan riwayat yang bagus sekali untuk beberapa pelancong, satu diantaranya ialah Kota Medan. Kota Medan memiliki salah satunya icon Wisata  riwayat yang selalu ramai didatangi oleh pelancong luar negeri atau lokal.

Icon Wisata  monumental itu namanya Istana Maimun. Istana itu mempunyai riwayat dan keelokan yang demikian memikat buat ditelaah. Beberapa pelancong yang bertandang ke Kota Medan tak pernah lupa untuk tiba ke istana ini karena Wisata  monumental ini wajib buat didatangi. Daya magnet yang dipunyai istana kesultanan Deli ini sanggup membuat beberapa pelancong kerasan saat bertandang.

Keelokan bangunan istana yang istimewa dan instagramable jadi fokus perhatian beberapa pelancong yang hoby berpose. Tiap sudutnya demikian elok menjadi spot atau background photo. Hingga istana itu tidak cuma untuk Wisata  riwayat karena umurnya yang telah tua, tetapi arsitektur dan bentuknya yang unik jadi perhatian beberapa pelancong.

Mengenal Sejarah Istana Maimun

Mengenal Istana Maimun
Photo Credit: Michael Johan Bosco

Salah satunya icon Kota Medan ini berada di Jalan Brigjen Katamso, Medan. Istana itu sebagai warisan kesultanan Deli. Pucuk kemasyhuran Kesultanan Deli ialah saat ada di bawah kepimpinan Sultan Makmun Al Rasyid Gagah Alamsyah, turunan raja kesembilan.

Sultan Makmun sendiri sebagai putra pertama pendiri Kota Medan yaitu Sultan Mahmud Gagah Alamsyah. Saat kepimpinan Kesultanan Deli digenggam oleh Sultan Makmun Al Rasyid Gagah Alamsyah, istana itu dibuat pada periode itu , persisnya di tahun 1888.

Beritanya, pendirian istana habiskan dana sekitaran satu juta golden dengan mata uang Belanda. Pendirian istana diawali pada 26 Agustus 1888 dan sudah usai pada 18 Mei 1891. Pada periodenya, Istana Maimun ialah sebuah bukti atas keelokan Kesultanan Deli.

Bangunan istana itu termasuk benar-benar unik karena memadankan design Indonesia dan Persia, arsitektur Islam dan Eropa dan nuansa adat Melayu benar-benar kental. Arsitek istananya ialah TH Van Erp yang disebut tentara Kerajaan Hindia-Belanda dan datang dari Italia.

Istana itu memiliki 2 lantai dan terbagi dalam 3 sisi berbentuk bangunan induk, bangunan sayap kiri, dan bangunan sayap kanan. Tiap ruang yang berada di dalam istana memiliki perannya masing-masing seperti ruang untuk acara tradisi kerajaan, ruang khusus untuk beberapa tamu, dan dapur, gudang, dan lain-lain.

Luas Istana Maimun ialah 2.772 mtr. persegi dan memiliki 30 ruangan. Bangunan istana menghadap ke arah utara dengan bagian sisi depanya ialah bangunan Mushola Al-Mashun yang lebih dikenali warga sebagai Mushola Raya Kota Medan.

Pesona yang Dimiliki Istana Maimun

Pesona Istana Maimun
Photo Credit: SKT Creation

Medan benar-benar senang karena ada tujuan Wisata  sejarahnya yang memikat seperti Istana Maimun. Beberapa pelancong luar negeri atau lokal mempunyai rasa ingin tahu yang besar pada Wisata  monumental itu. Hingga tidaklah heran bila istana istimewa ini selalu ramai dipenuhi pengunjung dan sering jadi latar belakang photo untuk beberapa pencinta photografi.

Istana Maimun memiliki atap meliuk seperti perahu kebalik dengan nuansa Islam pada design bangunannya hingga kemunculannya serupa dengan bangunan yang berada di teritori Timur tengah.

Sementara sisi pintu dan jendela istana condong berpenampilan ciri khas Eropa dengan design yang tinggi dan lebar. Interiornya dikuasai warna kuning ciri khas Melayu.

Istana ini memiliki perlengkapan berpenampilan ciri khas Eropa yang kelihatan dari almari, jendela, pintu, meja, bangku, sampai hiasan lampu menggantung yang menghias ruang-ruangan istana. Ada prasasti yang dicatat dengan bahasa Belanda dan dibuat dari batu marmer. Ornament atapnya juga demikian unik tiap detailnya hingga membuat mata pelancong kerasan melihatnya.

Kerajaan Deli mempunyai warisan berbentuk sebuah meriam yang dikeramatkan dan ditempatkan dalam suatu bangunan berwujud rumah kecil yang beratap style ciri khas tradisi Karo setiap seginya. Meriam itu dinamakan Meriam Puntung. Konon, dalam riwayat Melayu Kerajaan Deli, Meriam itu ialah jelmaan dari Mambang Khayali.

Mambang Khayali sebagai adik dari Putri Hijau yang dari Kerajaan Deli Tua. Saat menjaga istana dari penyerangan pasukan Raja Aceh karena lamarannya ditampik oleh Putri Hijau, Mambang beralih menjadi sebuah meriam.

Serangan memakai shooting meriam membuat meriam itu jadi panas dan terpecah jadi dua sisi. Sisi ujung meriam melayang-layang dan jatuh di Daerah Sukanalu, Tanah Karo. Sementara pecahan sisi meriam yang lain diletakkan dalam suatu bangunan berwujud rumah kecil di Istana Maimun.

Bangunan & Desain Unik Istana Maimun

Bangunan Istana Maimun
Photo Credit: Istana Maimun, Kota Medan

Istana unik ini dibuat dalam suatu tempat yang paling luas. Bangunannya benar-benar istimewa dengan 2 lantai dan memiliki nuansa melayu dikuasai warna cat serba kuning. Saat bertandang ke sini, Anda akan merasakan bagian-bagian bangunan istana yang tentu saja benar-benar mengagumkan. Sisi istana terbagi dalam halaman muka, sisi induk, sisi sayap kanan dan sayap kiri.

Saat pertama kalinya masuk teritori Istana Maimun, Anda akan merasakan sebuah halaman luas yang disanggupi rumput-rumputan hijau dan teratur dengan benar-benar rapi dan bersih. Dari tempat ini, keelokan bangunan istana dengan arsitektur bangunan dan design yang unik benar-benar terlihat terang.

Tempat ini umumnya dipakai oleh beberapa pelancong untuk berpose dengan background istana. Karena sangat luasnya, kadang anak-anak bermain bola di halaman yang disanggupi rumput-rumputan hijau ini. Saat hari liburan, halaman istana itu kelihatan benar-benar ramai dipenuhi beberapa pelancong.

Untuk masuk ke bangunan induk atau ruangan khusus istana, Anda diwajibkan naiki anak-anak tangga. Anak tangga itu sejumlah 28 buah dan dibuat dari marmer yang berkilau dan langsung dihadirkan dari Italia. Atap dan dindingnya ialah kombinasi di antara budaya Timur tengah dan Melayu.

Sementara pintu dan jendelanya berpenampilan ciri khas Belanda. Saat ada di muka pintu khusus, Anda akan disongsong dengan hangat dengan lantunan irama musik ciri khas Melayu oleh beberapa pemusik yang ada pas disebelah pintu khusus. Lantunan musik ciri khas Melayu itu akan kedengar sepanjang Anda bertandang.

Saat masuk ke ruangan khusus istana, situasi beralih menjadi sunyi, berlainan saat akan masuk ruangan khusus yang berkesan ramai dengan suara lantunan musik ciri khas Melayu. Seorang pemandu Wisata  akan temani Anda berkeliling-keliling istana sekalian menerangkan sekitar sangkut-paut Istana Maimun. Anda bisa menanyakan berkenaan apa saja berkaitan istana ini.

Bangunan Lain Istana Maimun
Photo Credit: Yeremia Lambanaung

Ruangan khusus istana itu dulu dipakai untuk melayani tamu kehormatan atau sanak saudara Sultan Deli, upacara pengukuhan Sultan Deli, dan acara kerajaan penting yang lain. Luas ruangan khusus istana ini sekitaran 412 mtr. persegi dengan atap ruangnya yang dihias dengan ornament unik. Ada takhta dengan dikuasai warna kuning.

Sisi sayap kanan istana dipakai untuk rumah beberapa keluarga kesultanan. Sisi sayap kanan tidak dibuka untuk umum hingga tidak bisa dijangkau oleh beberapa pelancong yang bertandang mungkin karena karakternya privacy. Sisi sayap kanan Istana Maimun terbagi dalam kamar makan, ruangan Sultan Deli, ruangan keluarga, dan kamar-kamar keluarga kesultanan.

Sisi sayap kiri pun tidak dibuka untuk umum hingga tidak bisa dijangkau oleh beberapa pelancong yang bertandang. Sisi sayap kiri istana ini tidak terurus dan dipakai untuk gudang perlengkapan.

Di lantai pertama sisi sayap kiri ada kayu, besi untuk perlengkapan acara yang tidak diatur yang rapi dan tidak terurus. Dan lantai dua Istana Maimun dipakai sebagai rumah oleh keluarga kesultanan Deli hingga tidak bisa dijangkau oleh beberapa pelancong yang bertandang.

Lokasi & Alamat Menuju ke Istana Maimun

Lokasi Istana Maimun
Photo Credit: Go Adventure Indonesia

Istana istimewa Kesultanan Deli berada di Jalan Sultan Ma’moen Al Rasyid nomor 66. Terletak benar-benar dekat sama alun-alun Kota Medan yang cuma memiliki jarak sekitaran 7 km saja dan bisa dilakukan sepanjang 23 menit dari alun-alun Kota Medan ke arah Istana Maimun. Di muka istana sekitaran 200 mtr. ada Mushola Al Mashun yang dikenali sebagai Mushola Raya Medan.

Jalur untuk ke arah istana bisa Anda menempuh memakai kendaraan individu atau angkutan umum. Bila memakai kendaraan individu, Anda bisa arahkan kendaraan ke Jl. Brigjend Katamso, lokasinya cuma sekitaran 200 mtr. dari Mushola Raya Medan. Lokasinya benar-benar vital, Anda dapat memakai google maps atau menanyakan dengan warga sekitaran.

Bila memakai angkutan umum, perjalanan bisa dilakukan dengan transportasi pesawat jalur Jakarta-Medan dan turun di Lapangan terbang Kualanamu. Kemudian dari Lapangan terbang Kualanamu Anda naik kereta api dengan jalur Lapangan terbang Kualanamu-Medan lewat ARS Railink dan turun di stasiun Medan. Lantas diteruskan dengan naik angkot jalur Amplas dan turun di muka lokasi.

Anda yang memakai transportasi kapal dapat turun di Dermaga Belawan selanjutnya naik bis dengan jalur Amplas dan turun di terminal Amplas. Kemudian Anda naik angkot 64 dengan jalur Pinang Baris dan turun di muka istana ini.

Biaya Ticket Masuk Istana Kesultanan Deli

Tiket Istana Maimun
Photo Credit: I Kadek Sudiarta

Beberapa pelancong yang ingin bertandang ke Istana Maimun sekedar untuk berpose isi feed Instagram atau pelajari riwayat Kesultanan Deli dari Sumatera Utara ini perlu mempersiapkan bujet Rp 5.000 per-orang untuk anak-anak dan Rp 10.000 per-orang untuk dewasa untuk dapat masuk ke teritori istana. Ongkos parkir motor Rp 3.000 dan ongkos parkir mobil Rp 5.000.

Sebagai wujud kehormatan yang suci, Istana ini dibuka tiap hari Senin-Minggu jam 08.00-12.00 WIB. Teritori istana ditutup pada jam 12.00 untuk istirahat dan dibuka lagi jam 14.00-17.00 WIB.

Istana Maimun mengadakan atraksi musik tradisionil Melayu dengan agenda tiap hari Minggu jam 10.00-12.00 WIB. Atraksi musik tradisionil Melayu yang diadakan oleh pengurus tempat monumental itu dikerjakan secara live dalam museum.

Faksi Yayasan Istana Maimun sediakan persewaan baju pakaian tradisi Melayu komplet dengan aksesorisnya yang dipakai untuk berpose dengan ongkos kontraknya sekitaran Rp 15.000-Rp.30.000 per setel baju. Dengan menggunakan baju tradisi Melayu dan aksesorisnya itu, beberapa pelancong akan seperti terlihat keluarga bangsawan dari kerajaan tempo dahulu.

Untuk Anda yang suka beWisata  riwayat dan suka berpose akan direferensikan untuk berkunjung Istana Maimun karena tempat Wisata  ini memiliki design dan arsitektur bangunan yang paling unik. Gampangnya akses untuk ke arah lokasi tidak menghalangi perjalanan Anda untuk dapat nikmati Wisata  riwayat Kesultanan Deli satu ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.