Benteng Oranje, Mengenal Bangunan Bersejarah Warisan Belanda di Ternate

Benteng Oranje, Mengenal Bangunan Bersejarah Warisan Belanda di Ternate
Alamat: Jl. Hasan Boesoeri, Gamalama, Kec. Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara.
Biaya Tiket Wisata: Mulai Rp 10.000
Google Maps: Cek Lokasi

Selainnya populer dengan panggilan Bahari Terkesan, daerah Ternate dipanggil sebagai Kota Seribu Benteng yang simpan bermacam kekayaan nilai riwayat. Di kota ini, Anda bisa mendapati banyak benteng warisan Belanda dan Portugis. Satu diantaranya yakni Benteng Oranje yang mempunyai riwayat panjang di belakangnya dan banyak mengundang perhatian pelancong, baik lokal atau luar negeri.

Mengenal Wisata Benteng Oranje

Mengenal Benteng Oranje
Photo Credit: Sabualamo

Benteng Oranje ialah saksi bisu tanah asal rempah. Pasalnya Maluku Utara adalah daerah di Indonesia dengan riwayat panjang yang terkait pada kehadiran bangsa Barat. Di mana daerah Maluku Utara, terutamanya Pulau Ternate dan Tidore, populer sebagai pemroduksi rempah rempah seperti cengkeh yang sangat berlimpah.

Dan sama seperti yang dijumpai, rempah rempah sebagai komoditas yang paling bernilai saat itu. Hingga kekayaan alam yang dipunyai oleh Ternate dan Tidore memancing ketertarikan bangsa Barat untuk tiba ke situ. Walau awalannya cuma jadi konsumen untuk cari rempah rempah, bangsa Barat yakni Portugis dan Spanyol didorong pergerakan 3G (gold, glory, gospel) mulai kuasai daerah Ternate.

Untuk memperlancar arah itu, Portugis, Spanyol, ditambahkan VOC banyak membangun benteng di daerah Ternate yang saat itu daerahnya diperebutkan oleh bangsa Barat. Satu diantaranya yakni Benteng Oranje yang dibangun tanggal 26 Mei 1607, oleh laksamana VOC namanya Cornelis Matelief de Jonge.

Pendirian benteng itu dilaksanakan dengan arah untuk gantikan Benteng Malayo, yaitu benteng punya kesultanan Ternate yang sudah dihancurkan Spanyol. Merujuk pada sejarahnya, benteng ini ialah wujud terima kasih dari Sultan Ternate atas kerja-sama VOC untuk menyingkirkan bangsa Spanyol.

Hingga Sultan Ternate juga meluluskan VOC untuk membangun benteng baru di atas benteng punya kesultanan yang sudah hancur. Selain itu, sultan meluluskan laksamana VOC untuk memonopoli perdagangan rempah rempah sesudah keperginya bangsa Spanyol dari tanah Ternate.

Sisi Lain Benteng Oranje
Photo Credit: Aiya Lee

Pada empat era lalu yakni di awal berdirinya, benteng satu ini jadi teritori tersibuk di pulau Ternate. Karena Benteng Oranje ini dijadikan basis besar untuk VOC Hindia Belanda. Bahkan juga sebelumnya terakhir dipindah ke Batavia, Dewan Hindia Belanda pertama kalinya diadakan di sini.

Sekarang ini benteng dengan warna menonjol oranye, yang berada di pusat perkotaan itu telah alami banyak peralihan karena sudah seringkali dipugar oleh pemerintahan di tempat. Walau demikian, bangunan aslinya sendiri benar-benar sangat kuat sama seperti dengan bangunan bikinan Belanda secara umum.

Temboknya mempunyai bahan batu kali, batu bata, batu karang, dan pecahan kaca. Tidaklah aneh bila bangunan monumental ini sanggup bertahan secara baik walau telah berusia beberapa ratus tahun. Di sejumlah pojok tembok, pengunjung bisa menyaksikan beberapa meriam asli yang dipakai oleh Belanda dalam menepis lawan seperti Spanyol dan Portugis.

Pesona yang Dimiliki Benteng Oranje

Pesona Benteng Oranje
Photo Credit: Sekti Sekti

Selainnya riwayat keputusannya sendiri, benteng monumental ini pernah jadi saksi bisu beragam kejadian penting yang berada di daerah itu. Seperti lokasi pembicaraan Pieter Both, gubernur jenderal VOC pertama, dengan Sultan Mudaffar dari Ternate. Disamping itu, Sultan Palembang (Sultan Mahmud Badarudin II) sempat juga dikucilkan di benteng ini di tahun 1822.

Maka dari itu, selainnya berekreasi Anda dapat sekalian belajar berkenaan riwayat benteng ini pada periode lalu. Di sini, beberapa pengunjung bisa memperhatikan dengan cermat dan nikmati tiap pojok bangunan benteng yang mempunyai arsitektur penjajahan. Walau artefaknya sedikit ketinggalan, tetapi bangunannya masih berasa demikian asli.

Di Benteng Oranje, Anda dapat mendapati taman di sisi bagian barat dan timur benteng. Taman ini dibuat oleh pemerintahan di tempat untuk beberapa pelancong yang tiba ke situ. Yang mana taman itu sudah diperlengkapi dengan beberapa kursi taman, lampu hias, sampai kolam sama air mancur pada bagian tengahnya.

Tak lupa beberapa sarana umum yang lain yang hendak mendukung kenyamanan beberapa pengunjung sepanjang singgah berkeliling-keliling benteng. Banyak pula yang jadikan tempat taman ini sebagai spot untuk memburu photo. Karena bangunan bentengnya sendiri dapat dijadikan background photo bila gambarnya diambil dari tempat taman.

Benteng Oranje mempunyai wujud segi-empat dengan gerbang atau pintu masuk khusus yang berada pada bagian timur. Gerbang ini mempunyai ornament ciri khas Belanda yang di sisi kanan dan kirinya dikitari oleh parit. Ketinggian dinding bentengnya sendiri lebih kurang capai 4 mtr., yang mana didalamnya ada banyak ruangan.

Pesona Lain Benteng Oranje
Photo Credit: @bpcbmalut1

Jika disaksikan dari dalam, benteng itu kelihatan lebih memikat. Karena susunan bangunan kolonialnya berasa demikian kental. Beberapa dinding bahkan juga mempunyai ruangan kembali didalamnya, ada yang sisa prasasti berisi pesan pesan kesehatan dan kenyamanan. Disamping itu dalam benteng ada rumah tempat tinggal gubernur Belanda, gudang, sampai asrama militer.

Disamping itu, beberapa bangunan sipil dan perlengkapan militernya yang dibuat dengan style arsitektur indis bisa juga diketemukan. Selanjutnya pada bagian barat atau belakang benteng, ada lapangan yang dahulunya dipakai oleh Belanda untuk wisata. Lapangan itu dinamakan Oranje Veld yang sekarang ini dijadikan taman kota dan lapangan olahraga.

Museum Rempah sebagai salah satunya arah beberapa pelancong asing banyak yang datang ke Benteng Oranje. Karena museum yang diatur oleh Dinas Kebudayaan Kota Ternate ini banyak memiliki cerita dan literatur riwayat dan budaya. Satu diantaranya seperti ruangan tata ekspos museum yang menyuguhkan tapak jejak Alfred Russel Wallace.

Ditambah lagi hidangan beberapa lukisan, keramik, koleksi buku dan majalah yang lumayan komplet. Penyuguhan materi umumnya memakai bahasa Inggris, hingga memudahkan beberapa pelancong asing dalam pahami kerangka dan content dari riwayat atau budaya dari Ternate.

Seiring waktu berjalan, benteng sejarah ini dijadikan pusat kreasi seni dan budaya untuk beberapa komune inovatif, buat menarik semakin banyak pelancong. Pada beberapa bangunan benteng juga, beberapa komune diberi ijin untuk menimpatinya dan melangsungkan atraksi musik, workshop, pameran dan training, sampai bazar station atau pusat kulineran.

Lokasi dan Harga Ticket Benteng Oranje

Lokasi Benteng Oranje
Photo Credit: @Andy_Adano

Benteng Oranje berada di Jalan Hasan Boesoeri, Gamalama, Ternate tengah. Lokasi ini cuma memiliki jarak lebih kurang 5 km saja dari Lapangan terbang Sultan Babullah, atau sekitaran 1,5 km jika diukur dari Ternate Landmark. Lokasi ini termasuk sangatlah vital dan gampang dicapai oleh beberapa pelancong.

Berdasarkan penjelasan, jam operasional terkini yakni awal hari Senin sampai Jumat. Dengan ketetapan jam membuka jam 07.45 WIB dan tutup jam 16.30 WIB untuk hari Senin sampai Kamis. Sementara hari Jumat dibuka jam 07.45 WIB dan tutup jam 11.00 WIB. Harga ticket masuk Teritori benteng sendiri lumayan murah, cuma sekitaran Rp. 10.000 per-orang.

Sebagai situs monumental, pasti tidaklah aneh bila beberapa orang yang berminat untuk bertandang ke Benteng Oranje yang ada di Kota Ternate ini. Ditambah sesudah pemerintahan di tempat lakukan beragam pembaruan dan membuat teritori ini jadi lebih bersih dan elok, hingga menambahkan daya magnet teritori itu. Ada gagasan untuk bertandang kesini dalam kurun waktu dekat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.